Nada sumbang itu menggema tak henti mengikuti setiap gurat duka yg masih menetap disana. menyelinap dan berputar seperti lagu duka piringan hitam klasik. Tidak akan berhenti jika sang pemilik tidak menghentikannya sendiri.
“Init ante temuin di kamar Rio Fy…,” ucap tante Manda menahan tangis sambil mengulurkan sebuah amplop merah marun.
Sambil sesekali mengusap air matanya Ify menerima amplop itu lalu membukanya. Masih tulisan tangan yang sama. Tulisan tangan yang sangat dikenali Ify.
To : Alyssa Saufika-ku
Hai Fy… ini pasti akan jadi hal terakhir yg bisa aku sampaikan ke kamu. Kita tahu akhirnya aku benar-benar pergi. Nggak aka nada lagi untuk bisa kamu sentuh. Tapi aku akan tetap menjaga kamu dari tempatku sekarang.
Ify…… Terimakasih untuk 3 tahun yang luar biasa. Terima kasih untuk setiap hal yg kamu lakukan untuk mewarnai setiap hariku. Untuk kesabaran juga pengertian dari ketulusanmu. Untuk semua ego dan sifat burukku, aku minta maaf.
Mencintaimu adalah hal terindah. Maaf aku akhirnya meninggalkanmu sendiri. Dengan kesedihan yang aku buat untukmu. Aku tahu, tidak seharusnya aku membawamu masuk dalam kehidupan, yg aku sendiri tidak tahu bagaimana akhirnya.
Maaf dan terima kasih untuk cintamu ……
Love you forever ……
-Mario-
Entah sejak kapan kertas itu akhirnya basah oleh setiap air mata kesedihan miliknya. Pada akhirnya kehilangan itu merubah dirinya.
-TAMAT-
Sebenernya ini cerita udah agak lama, trus pengin aja d post di sini....
GG

0 komentar:
Posting Komentar